Sabtu, 13 Februari 2016

KENANGAN DI MUSIM SALJU

                        


Awal Januari pada minggu pagi yang cerah disudut kota Melbourne Australia, matahari baru muncul bersinar dan suara burung cemara sayu-sayu sampai dari samping rumah. salju turun perlahan menutupi atap rumah dan mulai membuat kabur kaca jendela. seorang kakek terbangun karena dirinya mulai merasa dingin, perlahan kakek melangkah membuka gagang pintu yang terbuat dari besi kuningan yang terasa mendingin, kakek membawa kapak kecil untuk mencari kayu sebagai perapian penghangat bandan sampai setelah musim dingin itu berlanjut. setiap pagi kakek melakukan aktivitas seperti ini. seorang kakek yang telah berusia 85 tahun dengan kulit  yang mulai mengerut dan rambut tak bisa lagi dihitung warna hitamnya, kakek yang tinggal dengan seorang cucu yang kadang pulang satu kali seminggu.  tubuh yang sudah mulai rentan tidak kuat lagi untuk cuaca dingin dapat turun serendah  7°C dengan suhu rata-rata setinggi 14°C pada setiap harinya, musim dingin ini berlanjut sampai bulan Februari.
sudah satu bulan penuh musim ini berlanjut, pagi itu kakek terbangun lebih awal dari hari-hari biasanya, kakek merebus air hangat untuk mandi sedangkan persediaan kayu sudah mulai menipis, kakek membuka pintu gudang yang terletak sekitar 6 meter dari rumah nya untuk mencari barang yang tidak berguna untuk dibakar sebagi penghangat badan.

Terdengar suara mobil dari luar pagar rumah dan membunyikan klakson sebanyak dua kali, kakek melihat dari jendela memastikan siapa yang datang pada sore itu, kakek suda hafal dengan warna mobil yang sering berkunjung, kakek melihat warna mobil yang datang dengan warna biru muda. kakek lansung bergegas membuka pintu pagar yang setiap harinya dikunci. seorang anak muda turun dari mobil mengenakan mantel berbulu yang terbuat dari kulit biri-biri berwarna putih dan ada sedikit corak pada bahunya. ternyata yang datang itu adalah cucu dari kakek tersebut. usia cucu nya sekitar 32 tahun yang bernama    Mark Joesef tamatan  Universitas California, Los Angeles (UCLA). kakek bergegas masuk kerumah karena cuaca diluar cukup dingin, kakek dan cucunya berbincang-bincang diruang tengah dekat perapian penghangat badan. kakek bertanya pada cucunya - "Mark, bagaimana kedaan ibu mu".?  
-Ibu sehat kek..
-"apa ibu mu sering bertanya tentang kedaan kakek..?"
-ibu tidak banyak bicaraa kek setelah kepergian ayah.
sontak kakek terdiam setelah mendengar jawaban dari cucunya,
setelah percakapan itu terhenti selama 5 menit. kakek bertanya kembali dengan lembut,
-"Mark,, apa kamu pernah berfikir seorang kakek tidak ada lagi untuk seorang anak nya.?"
mata mark berkaca-kaca bibirnya tidak sanggup bergerak untuk menjawab pertanyaan dari kakeknya., mark sontak memeluk kakek, mark berbisik lembut, -"kek... untuk minggu besok mark akan kesini dengan ibu."

Aernyata telah sekian lama ibu dari mark tidak menjenguk kakek.
setiap kali mobil berwarna biru muda datang kakek selalu berharap ada wanita turun dari mobil mark. namun setiap musim dingin datang kakek selalu ditemani cucunya.

Awal Februari dimana hari yang ditunggu akan kedatangan seorang anak perempuannya.
senja itu kakek merasakan dingin yang berlebihan terasa pada telapak kakinya, badan kakek melemas, kakek berjalan duduk di dekat api unggun, kakek berfikir mungkin bisa membuat tubuh nya hangat kembali, setelah 5 menit berlalu kakek merasakan jantungnya berdetak cepat, kakek hilang kesadaran diatas kursi kayu.

Aekitar setengah jam berlalu suara mobil terdengar dari luar pagar rumah, klakson berbunyi sekitar lima kali. ternyata yang datang adalah cucunya. pada hari itu pagar tidak dikunci, karena kakek tau cucunya akan datang menemuinya. mark turun dari mobil membuka pintu pagar untuk pertama kalinya dibuka oleh mark. mark bergegas membuka pintu mobil karena tidak sabar membawa ibu nya untuk masuk kerumah. mark bejalan kerumah sampai kedepan pintu, mark sempat mengetuk pintu dan memanggil kakek. -"kakek mark datang..!" mark sangat berharap kedatangan nya ini membuat hati kakek senang, setalah mark beberapa kali mengetuk mark akhirnya masuk kerumah, mark berfikir kalau kakek nya sedang tertidur pulas. mark masuk kerumah dan berjalan keruang tengah dengan ibu. mark melihat kakek sedang duduk diatas kursi dekat api unggun. mark lansung menghampiri kakek dan menyapa kakek. -"kek coba lihat mark datang dengan siapa.!" kakek hanya diam tidak menjawab, ibu mark lansung menghampiri kakek, dan berdiri disamping kakek, ibu mark melihat tangan kakek terjulai kelantai, ibu mark mencoba menyapa. -"yah...!" kakek hanya terdiam, ibu mark lansung memeluk kakek yang ternyata kakek suda tiada. ibu mark  meratap sambil memeluk tak terhitung tetesan air mata menetes, mark sontak terduduk tanpa sadar, mark sangat menyesal, mark terlambat untuk membuat kakek bahagia.

Penyesalan sampai menghantar ke pemakaman, kini hanya tinggal kenangan dan penyesalan yang mendalam antara mark dan ibu nya.


Setelah satu tahun berlalu, mark masih sering mendatangi rumah kakek untuk melepas rindu. mark melihat-lihat foto yang ada di dinding rumah. dengan tidak sengaja mark menemukan album foto yang terletak di atas meja, mark berlahan membuka lembaran foto, mark meliat foto dimana mark masih kecil digendong oleh kakek. Pada halaman terakhir mark melihat foto ibu mark yang masih cantik berdiri disamping kakek sambil tersenyum. mark merasa keheningan yang mendalam pada lubuk hantinya. pada terakhir pas dibelakang halaman terakhir mark juga menemukan surat yang  ditulis oleh kakek sekitar 1 tahun yang lewat. kakek manulis hanya beberapa kata yang berbunyi. "jangan sia-siakan kesempatan untuk memeluk orang tua mu, jangan sia-siakan untuk tidak memberi kabar kepada kedua orang tua mu. karena waktu tidak bisa diputar kembali, yang bisa diputar hanya penyesalan dalam kenangan."


Dsusun Oleh : Rahmad Dani


kalau ada kesamaan nama, tenpat dan kota mohon maaf. 
Cerita ini hanya Fiktif Belaka.

Follow Instagram @ARTISTFINEART


Tidak ada komentar:

Posting Komentar