Awal
Januari pada minggu pagi yang cerah disudut kota Melbourne Australia, matahari
baru muncul bersinar dan suara burung cemara sayu-sayu sampai dari samping
rumah. salju turun perlahan menutupi atap rumah dan mulai membuat kabur kaca
jendela. seorang kakek terbangun karena dirinya mulai merasa dingin, perlahan
kakek melangkah membuka gagang pintu yang terbuat dari besi kuningan yang
terasa mendingin, kakek membawa kapak kecil untuk mencari kayu sebagai perapian
penghangat bandan sampai setelah musim dingin itu berlanjut. setiap pagi kakek
melakukan aktivitas seperti ini. seorang kakek yang telah berusia 85 tahun
dengan kulit yang mulai mengerut dan
rambut tak bisa lagi dihitung warna hitamnya, kakek yang tinggal dengan seorang
cucu yang kadang pulang satu kali seminggu.
tubuh yang sudah mulai rentan tidak kuat lagi untuk cuaca dingin dapat
turun serendah 7°C dengan suhu rata-rata
setinggi 14°C pada setiap harinya, musim dingin ini berlanjut sampai bulan
Februari.
sudah
satu bulan penuh musim ini berlanjut, pagi itu kakek terbangun lebih awal dari
hari-hari biasanya, kakek merebus air hangat untuk mandi sedangkan persediaan
kayu sudah mulai menipis, kakek membuka pintu gudang yang terletak sekitar 6
meter dari rumah nya untuk mencari barang yang tidak berguna untuk dibakar
sebagi penghangat badan.
Terdengar
suara mobil dari luar pagar rumah dan membunyikan klakson sebanyak dua kali,
kakek melihat dari jendela memastikan siapa yang datang pada sore itu, kakek
suda hafal dengan warna mobil yang sering berkunjung, kakek melihat warna mobil
yang datang dengan warna biru muda. kakek lansung bergegas membuka pintu pagar
yang setiap harinya dikunci. seorang anak muda turun dari mobil mengenakan
mantel berbulu yang terbuat dari kulit biri-biri berwarna putih dan ada sedikit
corak pada bahunya. ternyata yang datang itu adalah cucu dari kakek tersebut.
usia cucu nya sekitar 32 tahun yang bernama
Mark Joesef tamatan Universitas
California, Los Angeles (UCLA). kakek bergegas masuk kerumah karena cuaca
diluar cukup dingin, kakek dan cucunya berbincang-bincang diruang tengah dekat
perapian penghangat badan. kakek bertanya pada cucunya - "Mark, bagaimana
kedaan ibu mu".?
-Ibu
sehat kek..
-"apa
ibu mu sering bertanya tentang kedaan kakek..?"
-ibu
tidak banyak bicaraa kek setelah kepergian ayah.
sontak
kakek terdiam setelah mendengar jawaban dari cucunya,
setelah
percakapan itu terhenti selama 5 menit. kakek bertanya kembali dengan lembut,
-"Mark,, apa kamu pernah berfikir seorang kakek tidak ada lagi untuk seorang anak
nya.?"
mata
mark berkaca-kaca bibirnya tidak sanggup bergerak untuk menjawab pertanyaan
dari kakeknya., mark sontak memeluk kakek, mark berbisik lembut, -"kek... untuk
minggu besok mark akan kesini dengan ibu."
Aernyata
telah sekian lama ibu dari mark tidak menjenguk kakek.
setiap
kali mobil berwarna biru muda datang kakek selalu berharap ada wanita turun
dari mobil mark. namun setiap musim dingin datang kakek selalu ditemani
cucunya.
Awal
Februari dimana hari yang ditunggu akan kedatangan seorang anak perempuannya.
senja
itu kakek merasakan dingin yang berlebihan terasa pada telapak kakinya, badan
kakek melemas, kakek berjalan duduk di dekat api unggun, kakek berfikir mungkin
bisa membuat tubuh nya hangat kembali, setelah 5 menit berlalu kakek merasakan
jantungnya berdetak cepat, kakek hilang kesadaran diatas kursi kayu.
Aekitar
setengah jam berlalu suara mobil terdengar dari luar pagar rumah, klakson
berbunyi sekitar lima kali. ternyata yang datang adalah cucunya. pada hari itu
pagar tidak dikunci, karena kakek tau cucunya akan datang menemuinya. mark
turun dari mobil membuka pintu pagar untuk pertama kalinya dibuka oleh mark.
mark bergegas membuka pintu mobil karena tidak sabar membawa ibu nya untuk
masuk kerumah. mark bejalan kerumah sampai kedepan pintu, mark sempat mengetuk
pintu dan memanggil kakek. -"kakek mark datang..!" mark sangat
berharap kedatangan nya ini membuat hati kakek senang, setalah mark beberapa
kali mengetuk mark akhirnya masuk kerumah, mark berfikir kalau kakek nya sedang
tertidur pulas. mark masuk kerumah dan berjalan keruang tengah dengan ibu. mark
melihat kakek sedang duduk diatas kursi dekat api unggun. mark lansung
menghampiri kakek dan menyapa kakek. -"kek coba lihat mark datang dengan
siapa.!" kakek hanya diam tidak menjawab, ibu mark lansung menghampiri
kakek, dan berdiri disamping kakek, ibu mark melihat tangan kakek terjulai
kelantai, ibu mark mencoba menyapa. -"yah...!" kakek hanya terdiam,
ibu mark lansung memeluk kakek yang ternyata kakek suda tiada. ibu mark meratap sambil memeluk tak terhitung tetesan
air mata menetes, mark sontak terduduk tanpa sadar, mark sangat menyesal, mark
terlambat untuk membuat kakek bahagia.
Penyesalan
sampai menghantar ke pemakaman, kini hanya tinggal kenangan dan penyesalan yang
mendalam antara mark dan ibu nya.
Setelah
satu tahun berlalu, mark masih sering mendatangi rumah kakek untuk melepas
rindu. mark melihat-lihat foto yang ada di dinding rumah. dengan tidak sengaja
mark menemukan album foto yang terletak di atas meja, mark berlahan membuka
lembaran foto, mark meliat foto dimana mark masih kecil digendong oleh kakek. Pada halaman terakhir mark melihat foto ibu mark yang masih cantik berdiri
disamping kakek sambil tersenyum. mark merasa keheningan yang mendalam pada
lubuk hantinya. pada terakhir pas dibelakang halaman terakhir mark juga
menemukan surat yang ditulis oleh kakek
sekitar 1 tahun yang lewat. kakek manulis hanya beberapa kata yang berbunyi. "jangan sia-siakan kesempatan untuk memeluk orang tua mu, jangan sia-siakan
untuk tidak memberi kabar kepada kedua orang tua mu. karena waktu tidak bisa
diputar kembali, yang bisa diputar hanya penyesalan dalam kenangan."
Dsusun Oleh : Rahmad Dani
kalau ada kesamaan nama, tenpat dan kota mohon maaf.
Cerita ini hanya Fiktif Belaka.
Follow Instagram @ARTISTFINEART