Minggu, 14 Februari 2016

MEMORIES IN SEASON SNOW: KENANGAN DI MUSIM SALJU

MEMORIES IN SEASON SNOW: MEMORIES IN SEASON SNOW: Beginning in January on a sunny Sunday morning in the corner of Melbourne Australia, emerging sun is shining and the sound of birds fir-glazed glazed up from the side of the house. snowed berlahan cover the roofs of houses and began to make vague glass window. a grandfather awoke because he began to feel cold, berlahan grandfather stepped up opening the door handles are made of iron, brass feels cooled, grandfather carrying a small ax to find wood as a fireplace heated Bandan until after the winter continues. grandfather every morning doing activities like this. a grandfather who has berusiau 85 years with skin began to shrink and hair takbisa again counted the black color, grandparents living with a grandchild who sometimes return home once a week. body that has begun is not strong anymore susceptible to cold weather can drop as low as 7 ° C with an average high temperature of 14 ° C on a daily basis, this winter continues until February.has been a full month of the season continued, that morning the grandfather woke up earlier than usual days, grandfather boil hot water for a shower while supplies timber thinning, grandfather opened the door of the warehouse which is located about 6 meters from his home to look for items that are not useful to be burned as a body warmers.the sound of a car outside the house and rang klakason fence twice, grandfather saw from the window to make sure who it was that afternoon, grandfather suda familiar with the color of the car that frequent visits, his grandfather saw the color of the car that comes with a light blue color. grandfather directly rushed to open the door locked fence every day. a young man out of the car wearing a furry coat made of sheepskin white and there was little pattern on his shoulder. it turns out that is coming is the grandson of the grandfather. his granddaughter aged about 32 years old named Mark Joesef graduate of the University of California, Los Angeles (UCLA). grandfather rushed into the home because the weather was quite cold outside, grandfather and grandson chat room center near the fireplace body warmers. the grandfather asked his grandson - "Mark, how kedaan your mother".?Healthy mum kek ..- "What your mother often asked about kedaan grandfather ..?"mum was not much bicaraa kek after the departure of the father.grandfather suddenly fell silent after hearing the answer from his grandson,stelah conversation was interrupted for 5 minutes. grandfather asked back softly,- "Mark ,, pa breathing you think of a grandfather was no longer for her child.?"mark's eyes glazed lips could not move to answer questions from his grandfather., mark instantly embrace grandfather, mark whispered softly, kek ... for a week tomorrow will mark here with the mother.turned out to have been a long time mother of a mark does not menjengok grandfather.every time the light blue car came grandfather always hope there is a woman out of the car mark. but every winter comes grandfather was always accompanied by his grandson.early February in which his big day will be the arrival of a daughter.twilight of his grandfather felt excessive cold feel on the soles of his feet, body grandfather buckled, grandfather walked to sit by the fire, grandfather thought might make his body warm again, after 5 minutes passed grandparents feel their heart beating fast, grandfather lost consciousness on a wooden chair ,about half an hour berlau car sound heard outside the fence of the house, the horn sounded about five times. it turns out that comes is his granddaughter. on that day the fence was unlocked, because grandfather knows his grandchildren will come to see him. mark off the car open the gate utunk first time opened by the mark. mark rushed to open the car door for not wait to bring her mother to go home. mark bejalan home until the next door, the mark had knocked on the door and call the grandparents. - "Grandparents mark coming ..!" mark his arrival sincerely hope this makes the heart happy grandfather, after the mark several times to knock mark finally go home, mark thought that his grandfather was asleep. mark go home and walk the middle of the chamber with the mother. mark saw my grandfather was sitting on a chair by the fire. mark directly over to his grandfather and grandfather greeting. - "Kek look mark came up with whom." grandfather was silent does not answer, the mother mark directly over to his grandfather, and stood beside his grandfather, maternal grandfather terjulai mark saw the hand onto the floor, the mother tried to say hello mark. - "Well ...!" grandfather was silent, maternal grandfather mark which turned directly hugged suda grandfather died. mark mother wailed, hugging the countless tears dripping, suddenly sat up involuntarily mark, mark very sorry, mark late to make a happy grandfather.regrets to deliver to the cemetery, now only a memory and remorse between the mark and his mother.
after a year has passed, the mark is still often to the grandparents' house for up to do. mark look at pictures on the wall of the house. unintentionally mark find a photo album on the table, mark berlahan open a photo, clayey mark where the mark is still small photo held by his grandfather. on the last page viewed photos mother mark mark is still pretty standing beside his grandfather, smiling. mark was deep silence in the depths hantinya. on the last page of the last fitting behind the mark also found a letter written by his grandfather about 1 year passing. manulis grandfather just a few words that sound. do not waste the opportunity to hug your parents, do not waste not to give news to both your parents. because time can not be played back, which can be played only regret in memories.
Dsusun By: Rahmat Dani
if there is similarity in name, city tenpat and apologize.This story is only fictitious Mere.

Sabtu, 13 Februari 2016

KENANGAN DI MUSIM SALJU

                        


Awal Januari pada minggu pagi yang cerah disudut kota Melbourne Australia, matahari baru muncul bersinar dan suara burung cemara sayu-sayu sampai dari samping rumah. salju turun perlahan menutupi atap rumah dan mulai membuat kabur kaca jendela. seorang kakek terbangun karena dirinya mulai merasa dingin, perlahan kakek melangkah membuka gagang pintu yang terbuat dari besi kuningan yang terasa mendingin, kakek membawa kapak kecil untuk mencari kayu sebagai perapian penghangat bandan sampai setelah musim dingin itu berlanjut. setiap pagi kakek melakukan aktivitas seperti ini. seorang kakek yang telah berusia 85 tahun dengan kulit  yang mulai mengerut dan rambut tak bisa lagi dihitung warna hitamnya, kakek yang tinggal dengan seorang cucu yang kadang pulang satu kali seminggu.  tubuh yang sudah mulai rentan tidak kuat lagi untuk cuaca dingin dapat turun serendah  7°C dengan suhu rata-rata setinggi 14°C pada setiap harinya, musim dingin ini berlanjut sampai bulan Februari.
sudah satu bulan penuh musim ini berlanjut, pagi itu kakek terbangun lebih awal dari hari-hari biasanya, kakek merebus air hangat untuk mandi sedangkan persediaan kayu sudah mulai menipis, kakek membuka pintu gudang yang terletak sekitar 6 meter dari rumah nya untuk mencari barang yang tidak berguna untuk dibakar sebagi penghangat badan.

Terdengar suara mobil dari luar pagar rumah dan membunyikan klakson sebanyak dua kali, kakek melihat dari jendela memastikan siapa yang datang pada sore itu, kakek suda hafal dengan warna mobil yang sering berkunjung, kakek melihat warna mobil yang datang dengan warna biru muda. kakek lansung bergegas membuka pintu pagar yang setiap harinya dikunci. seorang anak muda turun dari mobil mengenakan mantel berbulu yang terbuat dari kulit biri-biri berwarna putih dan ada sedikit corak pada bahunya. ternyata yang datang itu adalah cucu dari kakek tersebut. usia cucu nya sekitar 32 tahun yang bernama    Mark Joesef tamatan  Universitas California, Los Angeles (UCLA). kakek bergegas masuk kerumah karena cuaca diluar cukup dingin, kakek dan cucunya berbincang-bincang diruang tengah dekat perapian penghangat badan. kakek bertanya pada cucunya - "Mark, bagaimana kedaan ibu mu".?  
-Ibu sehat kek..
-"apa ibu mu sering bertanya tentang kedaan kakek..?"
-ibu tidak banyak bicaraa kek setelah kepergian ayah.
sontak kakek terdiam setelah mendengar jawaban dari cucunya,
setelah percakapan itu terhenti selama 5 menit. kakek bertanya kembali dengan lembut,
-"Mark,, apa kamu pernah berfikir seorang kakek tidak ada lagi untuk seorang anak nya.?"
mata mark berkaca-kaca bibirnya tidak sanggup bergerak untuk menjawab pertanyaan dari kakeknya., mark sontak memeluk kakek, mark berbisik lembut, -"kek... untuk minggu besok mark akan kesini dengan ibu."

Aernyata telah sekian lama ibu dari mark tidak menjenguk kakek.
setiap kali mobil berwarna biru muda datang kakek selalu berharap ada wanita turun dari mobil mark. namun setiap musim dingin datang kakek selalu ditemani cucunya.

Awal Februari dimana hari yang ditunggu akan kedatangan seorang anak perempuannya.
senja itu kakek merasakan dingin yang berlebihan terasa pada telapak kakinya, badan kakek melemas, kakek berjalan duduk di dekat api unggun, kakek berfikir mungkin bisa membuat tubuh nya hangat kembali, setelah 5 menit berlalu kakek merasakan jantungnya berdetak cepat, kakek hilang kesadaran diatas kursi kayu.

Aekitar setengah jam berlalu suara mobil terdengar dari luar pagar rumah, klakson berbunyi sekitar lima kali. ternyata yang datang adalah cucunya. pada hari itu pagar tidak dikunci, karena kakek tau cucunya akan datang menemuinya. mark turun dari mobil membuka pintu pagar untuk pertama kalinya dibuka oleh mark. mark bergegas membuka pintu mobil karena tidak sabar membawa ibu nya untuk masuk kerumah. mark bejalan kerumah sampai kedepan pintu, mark sempat mengetuk pintu dan memanggil kakek. -"kakek mark datang..!" mark sangat berharap kedatangan nya ini membuat hati kakek senang, setalah mark beberapa kali mengetuk mark akhirnya masuk kerumah, mark berfikir kalau kakek nya sedang tertidur pulas. mark masuk kerumah dan berjalan keruang tengah dengan ibu. mark melihat kakek sedang duduk diatas kursi dekat api unggun. mark lansung menghampiri kakek dan menyapa kakek. -"kek coba lihat mark datang dengan siapa.!" kakek hanya diam tidak menjawab, ibu mark lansung menghampiri kakek, dan berdiri disamping kakek, ibu mark melihat tangan kakek terjulai kelantai, ibu mark mencoba menyapa. -"yah...!" kakek hanya terdiam, ibu mark lansung memeluk kakek yang ternyata kakek suda tiada. ibu mark  meratap sambil memeluk tak terhitung tetesan air mata menetes, mark sontak terduduk tanpa sadar, mark sangat menyesal, mark terlambat untuk membuat kakek bahagia.

Penyesalan sampai menghantar ke pemakaman, kini hanya tinggal kenangan dan penyesalan yang mendalam antara mark dan ibu nya.


Setelah satu tahun berlalu, mark masih sering mendatangi rumah kakek untuk melepas rindu. mark melihat-lihat foto yang ada di dinding rumah. dengan tidak sengaja mark menemukan album foto yang terletak di atas meja, mark berlahan membuka lembaran foto, mark meliat foto dimana mark masih kecil digendong oleh kakek. Pada halaman terakhir mark melihat foto ibu mark yang masih cantik berdiri disamping kakek sambil tersenyum. mark merasa keheningan yang mendalam pada lubuk hantinya. pada terakhir pas dibelakang halaman terakhir mark juga menemukan surat yang  ditulis oleh kakek sekitar 1 tahun yang lewat. kakek manulis hanya beberapa kata yang berbunyi. "jangan sia-siakan kesempatan untuk memeluk orang tua mu, jangan sia-siakan untuk tidak memberi kabar kepada kedua orang tua mu. karena waktu tidak bisa diputar kembali, yang bisa diputar hanya penyesalan dalam kenangan."


Dsusun Oleh : Rahmad Dani


kalau ada kesamaan nama, tenpat dan kota mohon maaf. 
Cerita ini hanya Fiktif Belaka.

Follow Instagram @ARTISTFINEART